Antisipasi Pandemi Covid-19, DKSU: Pemerintah Harus Punya Solusi Untuk Pemusik Reguler

329
Sekretaris Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) Lilik Riadi Dalimunthe saat bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberpa waktu lalu

MEDAN – INDIGO MEDIA PROMO

Keputusan pemerintah untuk menutup sementara pusat hiburan live musik atau menghindari kegiatan-kegiatan bersifat mengumpulan massa, guna antisipasi pandemi virus corona (Covid-19), berimbas kepada nasib para musisi/ pemusik reguler yang menggantungkan hidupnya dari bermain musik di beberapa pusat hiburan di Medan.

Akibatnya mereka pun tidak bisa bekerja dan sangat sulit bisa membiayai kebutuhan hidup sehari-hari besama keluarga. Alhasil, sebagai bentuk keluhan kepada pemerintah, para musisi pun beramai-ramai mengunggah beberapa foto-foto kegiatan bermusiknya di media sosial.

Tujuannya agar pemerintah dapat memikirkan nasib mereka yang tidak bekerja sementara mereka juga butuh melanjutkan hidup bersama keluarganya.

Aksi musisi tersebut mendapat tanggapan dari Sekretaris Dewan Kesenian Sumatera Utara, Lilik Riadi Dalimunthe yang merasa empati terhadap masalah yang dihadapi negara saat ini. Khususnya bagi para pemusik reguler.

Menurut Lilik, permasalahan yang dihadapi saat ini memang sangat pelik. Satu sisi pemerintah ingin memutuskan penyebaran virus corona dengan mengeluarkan perintah untuk berdiam diri di rumah atau sosial distance. Sementara kondisi lainnya, orang juga butuh bekerja, seperti halnya musisi yang kebanyakan mendapat uang dari hasil bermain musik dalam kesehariannya.

Lilik merasakan bagaimana yang dirasakan oleh para musisi saat ini, terlebih bagi pemusik yang memang bergantung dari pembayaran setelah manggung di berbagai pusat hiburan. Apalagi mereka tidak bisa bekerja di rumah seperti para pekerja lainnya.

Karena itu, Lilik mendorong pemerintah maupun pihak-pihak kompeten agar bisa memberikan solusi terbaik bagi kelangsungan hidup para pemusik reguler ini. Tidak bijak juga rasa kalau pemerintah mengeluarkan peraturan untuk berdiam diri di rumah, sementara rakyat yang mengandalkan upah harian juga tidak bisa bekerja untuk membiayai hidupnya.

“Pemerintah pusat maupun daerah harus mampu juga memberikan perhatian kepada pekerja-pekerja seni ini yang kesehariannya juga mencari makan dari kegiatannya itu. Paling tidak pemerintah bisa memberikan solusi yang tepat buat para pekerja seni ini ,” kata Lilik yang juga Pempimpin Redaksi Harian Top Metro tersebut.

Ia berharap pemerintah sigap memperhatikan persoalan-persoalan rakyat di tengah bencana corona ini. Karena Pemerintah dan rakyat harus sejalan memerangi Covid-19 agar kondisi dapat stabil kembali.

Sementara itu, akun facebook Djhon Dekil, gitaris Marsalaon, juga memposting video pendek berisikan foto-foto beberapa group band di Medan. Dalam video berjudul ‘Kenali Gue Anak Band’ tersebut diterangkan narasi tentang isi hati mereka sebagai berikut:

“….Isi suara hati kami… dari balik tirai seni dan alunan nada bahwa kami juga adalah penggerak roda ekonomi daerah…. bahkan republik ini…yang mana diantara kami…adalah..tumpuan ekonomi keluarga dan harapan bagi orang” yg kami cintai.. yang setia menunggu kami pulang dari menjajakan semahal mungkin nada dan melodi bahkan tingkah lucu kami… demi untuk selembar uang merah atau biru yang..bisa dibawa pulang untuk kebutuhan pagi nanti… Namun saat ini…kami terpaksa berdiam diri di rumah…bersama mereka. Entah sampai kapan dan dari mana kami dapat penghasilan kami juga butuh perhatian dari pemerintah kami juga ingin dapat KOMPENSASI sama seperti mereka mereka TOLONG…DENGAR SUARA HATI KAMI”. Beck’s