Butuh Cawalkot Pendobrak Dan Milenial Untuk Memimpin ‘Kota Para Ketua’

131
Keda Panjaitan drumer Bad Radio Medan

MEDAN – INDIGO MEDIA PROMO

Kota Medan yang masyarakatnya dikenal keras, semestinya membutuhkan sosok Calon Wali Kota (Cawalkot) bermental pendobrak dan berjiwa milenial. Yang memiliki rasa kebudayaan dan berkesenian khususnya bermusik.

Dengan type pemimpin seperti ini, menurut Keda Panjaitan, baru mampu memimpin ‘kota para ketua’ sekaligus bisa mewujudkan Medan sebagai ikon kota musik.

“Pantas atau tidak medan menjadi ikon kota musik masih relatif. Karena itu, Medan butuh pemimpin yang berani mendobrak dan berpikir milenial baru bisa memimpin ‘kota para ketua’,  kata drumer Bad Radio tersebut.

Bagi Keda, karakter masyarakat yang keras tersebut justru berdampak bagi perkembangan kota Medan dalam berbagai hal. Termasuk diantaranya mempengaruhi tingkat egositas antar musisi yang sejauh ini dinilainya belum begitu kompak.

Butuh kesadaran dan kebersamaan para musisi untuk menurunkan tensi keegoan. Kemudian bisa merubah mindset bahwa berkesenian atau bermusik adalah untuk berinteraksi, persahabatan, sharing ilmu tanpa merasa lebih mumpuni dari yang lain.

“Bermusik adalah tentang silaturahmi dan saling menghormati satu dengan yang lainnya meskipun berbeda genre maupun usia. Karena dari hal-hal seperti inilah terjadi dialog dan menghasilkan ide-ide bagus”, papar Keda.

Selanjutnya adalah soal ketidakhadiran pemerintah dalam mengembangkan kreativitas musisi. Medan sepi event-event musik tidak seperti era 70-80 an yang meriah dengan kompetisi musik. Yang membuat belantika musik Medan lebih hidup sekaligus membuat musisi terus kreatif untuk berkompetisi.

“Dahulu seingat saya epicentrum tempat sering diadakannya ajang festival bernama Taman Ria Medan. Ibarat kata, dulu kalau anak band belum pernah ikut festival di Taman Ria belum afdol sebagai musisi kota medan,” kenang Keda.

Minimnya kepedulian pemerintah tersebut hendaknya harus disikapi oleh Cawalkot Medan yang bertarung saat ini. Kelak menjadi pemimpin, bisa merangkul musisi sehingga memberikan harapan besar bagi musisi Medan untuk bersatu dan berkreasi bersama-sama menuju harapan menjadikan Medan sebagai ikon kota musik.

Mendukung Eskul Musik di Sekolah

Meskipun bukan ekstarkurikuler (eskul) satu-satunya yang dapat mengembangkan kreativitas anak didik, namun Keda mendukung kalau musik digalakkan di sekolah-sekolah.

Hal ini menurut Keda bisa menangkis sikap negatif anak didik dari acaman kenakalan remaja maupun menyalahgunakan pemanfaat perkembangan teknologi. Misalnya perkembangan media sosial yang sedikit banyaknya memberikan pengaruh positif maupun negatif.

Maka dari itu diharapkannya, pemerintah dapat lebih giat mendukung atau melakukan himbuan seperti penyuluhan ke sekolah-sekolah guna mendorong para siswa untuk menjadi kreatif dan inovatif. Agar bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Baik itu melalui tehnologi ataupun kebudayaan dan lainnya. Sehingga menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain dari sekolah-sekolah yang ada di Medan. *Beck’s.