Cawalkot Medan Harus Tahu, Musisi itu Bak Burung Merpati

246
Pembina Forum Anak Musik (For Asik) Sumatera Utara, Ita Busana. Foto : Ist

MEDAN – INDIGO MEDIA PROMO

Meskipun praktik uang kerap menghantui pesta demokrasi, namun tidak sepenuhnya dapat menjamin seorang Calon Wali Kota (Cawalkot) Medan, bisa memenangi pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar di Medan tahun ini.

Kemenangan sejati justru bisa diraih bila sosok Cawalkot memiliki kemampuan dalam membangun chemistry yang baik ke tengah masyarakat. Diantaranya kepada musisi Medan.

Menurut Ita Busana Pembina Forum Anak Musik (For Asik) Sumatera Utara, kecocokan chemistry antara Cawalkot dan musisi sebenarnya sangat diharapkannya. Chemistry itu sangat penting. Harus ada di dalam diri seorang Cawalkot agar bisa membuat musisi tertarik dan nyaman dengan sosok yang bakal didukungnya.

Kata Ita, mencari suara musisi itu tidak mudah. Musisi itu seperti burung merpati. Tidak gampang meraihnya tapi bisa mudah dirangkul asal dipedulikan maupun diperhatikan. Misalnya perhatikan apa yang menjadi kebutuhan musisi. Dukung kreativitas mereka serta libatkan musisi di segala kegiatan. Dengan begitu dukungan musisi bisa diraih untuk membangun kota Medan.

“Musisi itu seperti burung merpati. Sekalipun Anda punya uang tapi kalau tidak ada kecocokkan atau chemistry, susah untuk bersama. Bangunlah silaturahmi dengan para musisi,” jelasnya.

Bisa merangkul musisi maupun komunitas musik, sebenarnya memberi manfaat besar dan menjadi peluang berharga bagi Cawalkot dalam upaya mendulang suara. Karena musisi memiliki pengaruh sangat kuat guna meningkatkan elektabilitas Cawalkot.

“Ditambah lagi dengan kemampuan cawalkot dalam membangun opini yang baik di lingkungan masyarakat dan kerabat. Saya rasa ini sempurna,” tambahnya.

Karena itu, untuk Cawalkot 2020, Ita mendambakan sosok pimpinan dari generasi muda yang memiliki kemampuan memimpin luar biasa. Generasi muda harus tampil menjadi contoh nyata bagi kemajuan dan perbaikan kota Medan. Dan dengan menggandeng musisi dalam melaksanakan tugasnya adalah pilihan sangat tepat.

Menuju Medan Ikon Kota Musik

Ita juga menyetujui kalau Medan mampu menjadi ikon kota musik. Hal ini didasari dengan pertimbangannya bahwa Medan memiliki segudang musisi bertalenta.

“Sudah sangat pantas sekali Medan jadi ikon kota musik karena Medan memiliki musisi-musisi handal multitalenta. Dan Medan juga dikenal memiliki lagu-lagu daerah dan lagu-lagu mancanegara bisa Anda nikmati dengan indah di kota Medan,” ujar Ita.

Kemudian juga didukung dengan jalinan kekompakan antar musisi maupun komunitas yang selama ini terjalin dengan baik. Ita berpendapat, sebagai pekerja seni yang tidak punya gaji pokok maupun gaji pensiun, musisi harus lebih mengutamakan musisi.

Misalnya melakukan agenda event bersama dalam mengelar kegiatan konser amal untuk para musisi yang membutuhkan. Saling berbagi info job hingga saling mendukung ide-ide kreatif dari musisi untuk musisi. Jadi Ita optimis, kekompakkan ini juga bisa jadi modal menuju Medan ikon kota musik sesuai harapan bersama.

Butuh Gedung Kesenian Medan

Sementara itu, Ita juga menambahkan kalau Medan harus memiliki gedung kesenian. Kesenian adalah ikon terpenting dalam suatu daerah. Apalagi ia menilai, banyak sekali tradisi kesenian yang nyaris tidak lagi bisa ditemukan.

Karena itu gedung kesenian harus dibangun oleh pemerintah. Sebagai wadah guna menampung kreativitas musisi, juga sebagai tempat pelatihan kesenian kepada generasi muda kota Medan.

“Saya berharap Wali Kota terpilih mendatang, memiliki staff khusus yang nantinya akan menangani kemajuan dan kesejahteraan musisi di Kota Medan,” tandasnya. *Beck’s