Kembangkan Kreativitas Anak Didik Di Bidang Seni, Sekolah Lain Bisa Tiru SMA Negeri 1 Medan

88
Penampilan anak-anak Teater Rawit SMA Negeri 1 Medan pada pertunjukkan musikalitas puisi di gedung utama Taman Budaya Sumatera Utara, Sabtu kemarin. Foto : Ist

MEDAN – INDIGO MEDIA PROMO

Orang kreatif pasti selalu punya cara untuk menyelesaikan apapun hal baik yang diingikannya. Apalagi menyangkut soal kreativitas berkarya seni. Tentu saja berkreasi tidak boleh dibatasi. Agar bisa menggali ide-ide segar untuk mendukung sebuah karya yang layak dinikmati orang banyak.

Bakat dan keterampilan seperti ini semestinya harus dikembangkan. Tidak hanya bagi seniman tapi juga harus diaplikasikan kepada anak didik dalam upaya menggali bakat kreativitas seni. Seperti dilakukan oleh Ilham Maulana alias Asenk selaku pelatih musikalitas puisi dari Teater Rawit Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan.

Asenk dinilai berhasil membawa Teater Rawit SMA Negeri 1 Medan, menggelar pertunjukan musikalitas puisi di gedung utama Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Sabtu (1/2/2020) kemarin.

Adapun karya puisi yang ditampilkan antara lain adalah, Mandala Kala Itu karya Ipa Ratna, Cinta Tak Berkoma karya Tsi Taura, Tentang Kita karya Tanitha Liasna, Doa Rayap karya Damiri Mahmud, Senja Di Pelupuk Mata karya Nuralfisyahri dan Kerendahan Hati karya Taufik Ismail.

Meskipun digarap secara sederhana, namun pertunjukkan yang inovatif dan tampil beda itu, mampu membangkitkan semangat anak-anak didik dalam berkreasi.

Asenk sebenarnya seorang guru pelatih di bidang sastra. Namun karena memiliki latar belakang seorang musisi, Ia sengaja memadukan seni sastra dengan seni musik dalam pertunjukan tersebut. Agar anak didik dapat memahami bahwa seni sastra bisa dikembangkan dengan seni lainnya.

“Anak-anak bersemangat mengikuti pertunjukan ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengasah mental maupun keterampilan seni anak-anak. Anak-anak harus tahu, bahwa seni itu bisa dikreasikan dengan luas. Asal digarap cerdas sehingga menjadi pertunjukan berkualitas,” katanya.

Karena itu, sambung Asenk, penting diedukasikan kepada anak-anak tentang manajemen produksi dalam menyelenggarakan suatu pertunjukan. Jadi, anak-anak bisa tahu bagaimana caranya dalam membangun sebuah tim produksi. Bagaimana mengembangkan ide-ide kreatif dalam mengkemas event-event terkait. Maupun mengetahui sejauhmana kemampuan konsep yang layak diterima orang banyak.

“Dengan memahami manajemen produksi, ke depannya anak-anak bisa berkreasi di tengah masyarakat. Paling tidak telah memiliki pengalaman tentang penyelenggaraan sebuah pertunjukan seni dan lainnya,”jelasnya

Dan ia berharap,  kegiatan kreativitas seni di SMA Negeri 1 Medan dapat ditiru oleh sekolah-sekolah lain. Supaya dapat membangun mental anak didik menjadi lebih kreatif dan mandiri.

“Saya mengaggumi kekompakkan anak-anak untuk menyukseskan acara. Bahkan mereka mau membeli tiket masuk untuk menyaksikan pertunjukan seni dari teman-temannya, sehingga biaya acara dapat tertutupi dari uang tiket masuk tersebut,” ujar Asenk. Beck’s