Momentum Peringatan Hari Malaysia, Diharapkan Dapat Meningkatkan Hubungan Harmonis Malaysia dan Indonesia

61
Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Aiyub Omar saat diabadikan di ruang kerjanya. Foto : Beck's

MEDAN – INDIGO MEDIA PROMO

Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan, Aiyub Omar berharap melalui momentum peringatan Hari Malaysia pada 16 September 2020, dapat meningkatkan hubungan harmonis maupun kerja sama negara Malaysia dengan dunia internasional termasuk dengan negara Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Indigo Media Promo di ruang kerjanya, Senin (14/9/2020). Menurut Aiyub Omar, Indonesia sebagai negara jiran terdekat dinilainya merupakan negara yang strategis dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Pertimbangan ini didasari dari persamaan dimiliki keduanya dari berbagai hal, baik dari segi sejarah maupun budaya.

Dari segi sejarah, kata Aiyub Omar, hubungan Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Sumatera telah terjalin sejak pemerintahan kerajaan Sriwijaya pada tahun 7 masehi. Kemudian diikuti dengan beberapa Kerajaan lainnya seperti Majapahit, Melaka, Johor dan Aceh.

Berangkat dari hubungan itu kemudian muncul berbagai interaksi dilakukan antara lain seperti, perdagangan, kebudayaan, adat, agama dan bahasa. Maupun migrasi, penjajahan dan perkawinan.

“Dari hasil hubungan sejarah ini membentuk banyak persamaan antara Malaysia dan Indonesia khususnya dengan Sumatera. Sekaligus membentuk hubungan istimewa yang sering disebut dengan hubungan serumpun”, terangnya.

Disamping itu, Malaysia dan Indonesia juga sama-sama memaknai bulan Agustus sebagai bulan bersejarah bagi kemerdekaan kedua negara serta pembentukan ASEAN. Sedangkan, bulan September adalah sejarah pembentukan Malaysia pada tahun 1963.

Dan untuk hubungan diplomatik, lanjutnya, sudah terjalin sejak Malaysia mengumumkan kemerdekaannya. Yang mana ditandai dengan pendirian kantor Konsulat Malaysia di Medan, Sumatera Utara.

Menyadari kepentingan hubungan dengan Sumatera, Malaysia pun telah meningkatkan taraf Konsulatnya di Medan menjadi Konsulat Jenderal pada tahun 1982. Evolusi ini menandakan bahwa, Medan – Sumatera Utara termasuk bagian yang diprioritaskan dalam pembangunan kerja sama diberbagai bidang. Termasuk  mewakili kepentingan para investor yang banyak berinvestasi di Medan – Sumatera Utara. Begitu juga di sektor pendidikan karena banyak pelajar menimba ilmu di negeri ini.

“Di sini juga banyak warga Malaysia yang bekerja maupun tinggal. Di sisi lainnya, banyak juga warga Indonesia khususnya dari Sumatera Utara, yang mengunjungi Malaysia. Karena itu, perlunya ada kehadiran Konsulat Jeneral Malaysia di Medan agar dapat membantu hal-hal berkaitan konsular seperti visa dan dokumentasi”, jelas Aiyub Omar sebagai Konsul Jenderal Malaysia ke 12 yang bertugas di Medan.

Dalam kesempatan itu, Aiyub Omar juga menceritakan tentang latarbelakang sejarah Hari Malaysia. Menurut Aiyub Omar, peringatan Hari Malaysia diadakan pada tanggal 16 September merupakan bentuk penghargaan terhadap upaya penggabungan Borneo Utara, Sarawak dan Singapura ke dalam Persekutuan Tanah Melayu untuk membentuk Malaysia.

“Jadi sejak tahun 2010, Hari Malaysia mulai digelar secara nasional dan menjadi Hari Cuti Umum (hari libur) bagi negara. Sebelumnya, hanya disambut di Sabah dan Sarawak. Namun, atas pertimbangan serta keputusan dibuat oleh Parlemen, peringatan Hari Malaysia kini menjadi hari penting bagi negara Malaysia” terang Aiyub Omar. *Beck’s