Wisata Alam Malaysia Pasar Potensial

74
Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia YB Datuk Mohamaddin bin Ketapi memberikan cinderamata kepada Dr. Mario Hardy, CEO PATA pada acara Adventure Travel Conference and Mart 2020 yang digelar mulai 12 – 14 Februari 2020 di Sabah – Malaysia baru-baru ini. Foto : Fairul/Ist

SABAH – INDIGO MEDIA PROMO

Pacifik Asia Travel Association (PATA) serta Pariwisata Malaysia menggelar kegiatan PATA Adventure Travel Conference and Mart 2020, mulai 12 – 14 Februari di Kota Kinabalu, Sabah – Malaysia, Rabu (13/2/2020).

Konferensi ini didukung oleh Sabah Tourism dan Malaysia Airlines. Dan dibuka langsung oleh YB Datuk Mohamaddin bin Ketapi, Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia.

Turut hadir, Director Jenderal Tourism Malaysia, Datuk Musa Yusof, Ketua Setiausaha Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia, Datuk Dr Noor Zairi Hamat dan CEO PATA, Dr Mario Hardy.

Dan diramaikan oleh sejumlah perwakilan internasional sebanyak 40 persen dari total undangan yang ditarget sebelumnya. Yakni, sebanyak 347 perwakilan dari 33 tempat wisata. Kemudian mengundang 51 pelaku usaha wisata dari 9 destinasi dan 45 pembeli dari 21 pasar potensial.

PATA Adventure Travel Conference and Mart 2020 mengetengahkan kegiatan satu hari perjalanan dan satu hari kegiatan konferensi. Tujuannya untuk memperkenalkan kepada pelaku industri wisata agar mengeksplorasi nuansa, tren dan dinamika menjadi salah satu sektor pariwisata dengan pertumbuhan tercepat. Termasuk di dalamnya membahas pemanfaatan alam Malaysia sebagai objek wisata yang memiliki pasar potensial.

YB Datuk Mohamaddin bin Ketapi dalam sambutannya mengatakan, senang diberi kehormatan menjadi tuan rumah PATA bertema ‘Authenticity and Sustainability in Adventure’ pada tahun ini.

Sebab sejalan dengan aspirasi pemerintah guna melihat ataupun memanfaatkan alam Malaysia sebagai tempat-tempat wisata. “Progam ini sangat inisiatif dan bertanggung jawab. Bahkan sangat tepat maupun sejalan untuk memenuhi pasar pariwisata alam (wisatawan yang ingin berpetualang) yang sedang berkembang, ”katanya.

Sementara itu, Dr. Mario Hardy mengucapkan terima kasih kepada semua delegasi dan pembicara karena telah bergabung untuk membahas, menganalisis dan berbagi berbagai ide dalam merencanakan, membangun dan mempromosikan wisata dan industri pariwisata, khususnya selama krisis wabah virus corona saat ini.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah Malaysia karena telah mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk memastikan kesehatan dan amankan delegasi kami selama mereka tinggal di Sabah,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, juga menampilkan dua lokakarya secara bersamaan. Dipimpin oleh Natasha Martin, Pakar Pariwisata Petualangan, Raj Gyawali, Pendiri, Socialtours, Jessica Yew, Co-Founder & amp, Direktur, Travel Sticky Rice serta Dan Moore, CEO Pandion Consulting & amp; Fasilitasi.

Selama kegiatan, para undangan juga mendengarkan beragam materi pembahasan mencakup keindahan wisata alam Malaysia, sebagai objek wisata bagi wisatawan yang ingin berpetualang di alam bebas.

Adapun materi disampaikan seperti, ‘Siapa Kita Turis Petualangan?’, ‘Menciptakan Petualangan yang Berarti ’, ‘Pengalaman Gajah yang Menarik’, ‘Bagaimana cara Gunakan Inisiatif Menarik Turis’, dan ‘Cara Integrasikan Elemen Wisata ke Dalam Perjalanan Anda’.

Pembicara yang hadir antara lain adalah, Graham Harper, Direktur – Keberlanjutan & amp; Tanggung jawab sosial, PATA  Irshad Mubarak, Pemilik, Tur Junglewalla Pakkanut Bansiddhi, DVM, MSc, PhD, Departemen Klinik Hewan dan Satwa Liar, Fakultas Kedokteran Hewan, Chiang Mai, dan Theerapat Trungprakan, Presiden, Asosiasi Aliansi Gajah Thailand. *Beck’s